SMAK YSKI Studi Banding ke SMA Van Lith

SMAK YSKI Studi Banding ke SMA Van Lith

Kamis 3 November 2016 siswa siswi SMA Kristen YSKI mengenakan seragam batik dengan dominan warna biru. Pagi hari itu beberapa siswa khususnya pengurus osis periode 2016/2017 akan mengadakan studi banding di SMA Van Lith Muntilan. Tepatnya ada 11 siswa yang ikut dalam studi banding ini. Masing masing dari sie pengurus akan mewakili setiap sie yang ada. Mereka didampingi oleh pimpinan dan Guru pembimbing yakni Waka Kurikulum Ibu Ratih, Waka Kesiswaan Ibu Risgiarti, Pembina Osis Bapak Ade dan Pembina Pramuka Ibu Yenny. Tepat puku 07.00 kami berangkat menuju ke Muntilan menggunakan mobil Elf Yayasan. Segala persiapan baik dari pertanyaan dan pengamatan kami sebelumnya terkait kegiatan apa saja yang bisa kami jadikan contoh sudah dipersiapkan sejak hari sebelumnya. Siswa-siswi begitu antusias akan kegiatan ini. Menurut mereka ini sangat baik selain menjalain hubungan persaudaraan juga sekaligus mengenal sistem kerja dalam pengurus osis di sana.

Tujuan kami berkunjung ke sekolah tersebut adalah sebagai bentuk menjalin hubungan antar sekolah dalam hal kegiatan Osis yang ada di SMA Van Lith. Kami akan melihat bagaimana mereka mengolah segala kegiatan sekolah terkhusus osis baik dari segi kegiatan maupun dalam hal pembelajaran. Pukul 10.30 kami sudah sampai di SMA Van Lith. Kami sudah semangat untuk bertemu dengan siswa disana. Suasana yang sejuk dan rindang menjadi komentar kami saat pertama kali berada disana. Halaman lapangan yang bersih pohon-pohon dan tanaman berjajar dengan rapi. Kondisi kelas yang tenang sebab kami datang saat kegiatan belajar sedang berlangsung. Kami lalu disambut oleh salah satu siswa sebagai ketua Osis di sana. Sambutan hangat mengawali pertemuan kami. Siswa siswi dari YSKI pun juga nyaman dengan pertemuan tersebut. Lalu kita juga disambut oleh bapak Kepala Sekolah SMA Van Lith dengan ramah dan penuh senyuman. Ternyata Bapak Kepala Sekolah SMA Van Lith sudah akrab dengan SMA YSKI sebab Kepala Sekolah kami dekat dengan beliau. Sambutan ini memicu semangat kami untuk segera mengetahui bentuk kegiatan apa saja yang ada di sekolah tersebut.

Pukul 11.00 kami mengawali kegiatan dengan berdoa sesuai dengan cara dan kepercayaan masing masing. Mengapa demikian karena SMA Van Lith menganut agama Katolik sedangkan kami Kristen. Menarik bagi kami bisa berada dalam satu tempat yang sama namun bisa beribadah dengan satu tujuan yang sama walaupun cara berbeda. Setelah itu masing masing sekolah menyanyikan Mars Sekolah. Kemudian pengurus osis memulai dengan mengenalkan jajaran pengurusnya dan memaparkan semua kegiatan yang ada di sana. Bila disekolah kita mengenal Osis berbeda dengan SMA Van Lith. Mereka mempunyai nama sendiri yaitu OSVALITH walaupun sama tugas dan tujuan dengan Osis. Setelah mereka memaparkan semua bentuk kegitian kini giliran kami menanyakan banyak hal tentang organisasi dan yang lain. Menariknya adalah mereka siswa-siswi SMA Van Lith segala bentuk kegiatan diawasi oleh pamong. Sebabnya adalah mereka tinggal di asrama dan setiap kegiatan sehari-hari sudah terstruktur dengan baik. Mereka bisa bertemu kapan saja menyesuaikan dengan waktu dan ketentuan yang ada di sekolah. Semua larut dalam suasana. Keinginan untuk menanyakan banyak dari kami semua terjawab. Namun saying waktu kita tidak banyak. Masih ada kegiatan yang harus kami lalui.

Setelah kami puas dengan diskusi dengan OSVALITH kami berfoto terlebih dahulu di depan patung Romo Van Lith. Sekolah yang didirikan oleh Romo Van Lith ini sangat unik karena dibangun pada masa penjajahan Belanda. Sudah 25 tahun SMA Van Lith didirikan namun untuk yayasan sudah lebih dari setengah abad. Sungguh luar  biasa menarik. Setelah foto bersama kami diajak berjalan-jalan untuk meihat lingkungan sekolah. Kami bisa melihat kegiatan belajar mereka, tidak hanya itu ruang-ruang yang digunakan untuk berkegiatan pun tak luput untuk kita amati bersama. Yang tidak boleh kami kunjungi adalah asrama. Namun tidak mengecilkan niat kami untuk melihat tempat yang lain. Setelah lelah berjalan melihat lingkungan sekolah yang cukup besar, tiba sampailah untuk kita berpisah. Hampir dua jam lebih tak terasa waktu yang begitu singkat untuk kita lewati. Kurang memang bila hanya sehari, ingin rasanya melihat lebih dekat lagi tentang SMA Van Lith. Namun apa daya waktu pun yang memisahkan. Kami sangat senang bisa diterima dan mendapatkan banyak hal dari kegiatan ini. Banyak PR yang harus kami kerjakan untuk sekolah kami setelah mendapat banyak pencerahan bagaimana membentuk sebuah organisasi yang baik. Terima kasih untuk saudara yang terkasih SMA Van Lith baik Kepala Sekolah, Guru Pembina dan Siswa-siswi yang kami sayangi. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kita untuk menjalin suatu hubungan persaudaraan, tidak ada perbedaan yang membatasi kita barkarya untuk masa depan. Akhir dari cerita kami, sebaik apapun kita akan lebih baik bila kita mau menghargai dan menerima segala kekurangan dari orang lain.

Selamat berkarya dan Tuhan Memberkati.  

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar